Essay Ekonomi Kreatif

LOMBA ESSAY
UKMF RATI (LOMBA ESSAY UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA)
2017

LEARNING OF  MADURA'S  BATIK AS AN IDENTITY,
APPLIED IN THE FORMAL AND INFORMAL  SCHOOL IN ORDER TO DEVELOP THE CREATIVE ECONOMY


DISUSUN OLEH :

NOVIA SARI             (160611100074)
YENI FITRIYA          (160611100100)



UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
BANGKALAN
2017

LEARNING OF  MADURA'S  BATIK AS AN IDENTITY,
APPLIED IN THE FORMAL AND INFORMAL  SCHOOL IN ORDER TO DEVELOP THE CREATIVE ECONOMY
Oleh: Novia Sari, Yeni Fitriya
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura
noviasari2798@gmail.com

Tingkat kemiskinan menurut BPS tahun 2007 telah mencapai 16,5% (sekitar 37,1 juta jiwa), naik dibanding tahun 2005 yang 15,9%, tingkat pengangguran tahun 2005, tingkat pengangguran resmi tercatat pada titik tertinggi yakni 10,3%. Sementara itu angka pengangguran terbuka pada Agustus 2007 mencapai 10,01 juta orang. Tingkat pengangguran pedesaan sedikit lebih tinggi daripada di perkotaan. Mulai tahun 2000 seterusnya, ada kecenderungan meningkatnya pengangguran di kalangan perempuan dan orang muda. Survey tersebut dilakukan mulai awal tahun 2000,  pada tahun itu angka pengangguran sudah sangat tinggi apalagi pada saat ini dapat kita bayangkan dimana jumlah pesaing baik dari dalam maupun luar negeri semakin meningkat. Salah satu langkah untuk menangani hal tersebut adalah dengan adanya ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif adalah sebuah kegiatan yang memerlukan sebuah kreatifitas dari pelaku ekonomi agar dapat menghasilkan sebuah produk yang menarik dan variatif. Ekonomi kreatif dapat tercapai apabila SDM mempunyai ketrampilan terutama dalam mengembangkan  produk lokal. Madura sendiri mempunyai banyak sekali budaya lokal salah satu produk lokal dari Madura adalah Batik Madura yang memiliki corak yang khas dan berbeda dengan batik dari daerah lain. Batik Madura juga memiliki ragam, misalnya Batik Pamekasan, Batik Tanjung Bumi, Batik Sumenep, Batik Sampang dan lain-lain. Pembelajaran mengenai batik madura kepada siswa sangat diperlukan untuk meningkatkan ketrmapilan siswa sehingga mereka dapat terus mempertahankan kearifan lokal tersebut juga dapat menciptakan sebuah usaha dimasa yang akan datang tanpa melupakan budaya tanah kelahirannya.
Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam suatu lingkungan belajar dengan maksud untuk mencapai tujuan pembelajaran (Mujtahidin:2014). Tujuan pembelajaran membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan dengan pengalaman itu tingkah laku siswa berubah, baik kuantitas maupun kualitas. Tingkah laku yang dimaksud meliputi pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai atau norma-norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa. Pembelajaran yang dilakukan akan menjadi bernakna apabila antara guru dan siswa dapat bekerjasama dalam menciptakan situasi belajar. Salah satu pelajaran yang diberikan pada sekolah formal maupun informal adalah pelajaran seni baik seni rupa maupun cabang seni yang lainnya. Salah satu tujuan pembelajaran adalah agar siswa mempunyai ketrampilan, dimana ketrampilan ini harus dapat diterapkan oleh siswa dimasa yang akan datang.
Ekonomi kreatif adalah sebuah kegiatan yang memerlukan sebuah kreatifitas dari pelaku ekonomi agar dapat menghasilkan sebuah produk yang menarik dan variatif. Dengan adanya ekonomi kreatif, pelaku ekonomi dapat menuangkan ide atau gagasannya dalam sebuah produk. Ekonomi kreatif dapat dijadikan sebagai salah satu solusi dalam menghadapi tingkat persaingan yang kompetitif, sehingga tingkat persaingan tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar proses tingkat proses produksi yang dilakukan tapi juga aspek kreativitas
dan inovasi mulai memegang peranan yang sangat penting selain itu faktor teknologi memberikan pengaruh yang kuat terhadap perkembangan ekonomi kreatif. Salah satu alasan dalam pengembangan kreatif yaitu memberikan dampak sosial yang  positif  yang akan memberikan pengaruh pada kehidupan sosial , iklim bisnis, peningkatanekonomi dan juga berdampak pada citra suatu daerah Alasan lain mengapa indonesia menggunakan sistem ekonomi kreatif  karena di Indonesia tersimpan ribuan bahkan jutaan potensi produk kreatif yang layak dikembangkan. Madura sendiri juga mempunyai budaya lokal salah satunya adalah batik. Batik Madura yang memiliki corak yang khas dan berbeda dengan batik dari daerah lain. Batik madura juga memiliki ragam, misalnya Batik Pamekasan, Batik Tanjung Bumi, Batik Sumenep, Batik Sampang, dll. Batik memiliki dua cara pembuatan, batik tulis dan batik cap. Saat ini perdagangan Batik Madura mulai meluas, terutama setelah Jembatan Suramadu beroperasi. Batik Madura rata-rata disukai karena motif dan warna yang lebih ceria dan cerah. Peran siswa diperlukan untuk mempersiapkan mereka sebagai pelaku ekonomi kreatif di masa yang akan datang. Bagaimana caranya? Dengan melakukan pembelajaran secara formal atau informal dengan memanfaatkan hasil dari produk lokal.
Dalam harian Kompas (22/06) mengungkapkan bahwa ekonomi kreatif mempunyai peranan yang penting untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan Indonesia karena dalam ekonomi kreatif juga mencakup ekonomi kerakyatan, tetapi membutuhkan kreativitas masyarakat terutama dunia usaha. Kreativitas tersebut berdasarkan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga pendidikan formal dan informal menjadi prioritas program dan kegiatan yang akan dilakukan. Salah satu halnya dengan pembelajaran Batik Madura dikalangan siswa. Dalam hal ini dapat diterapkan dengan pembelajaran kooperatif. Pembelajaran ini siswa dibentuk secara berkelompok misalnya dalam pembuatan Batik Madura dengan cara batik tulis. Dengan begitu anak diajarkan kerja sama dalam kelompok dan masing-masing anggota kelompok. Tidak hanya itu siswa juga ditumbuhkan rasa kewirausahaan sejak dini agar dapat menghasilkan sebuah produk, salah satunya adalah Batik Madura. Batik Madura memiliki ciri khas dengan warna yang ceria dan cerah yang dapat menarik minat siswa.
Bagi masyarakat Madura, batik bukan hanya sehelai kain, namun telah menjadi ikon budaya dan sering menjadi objek penelitian oleh banyak institusi. Motif dan  warna yang tertuang dalam kain panjang itu mencerminkan karakter masyarakatnya dan merupakan salah satu mata pencaharian. Dalam bidang pendidikan batik memiliki fungsi yakni bagi masyrakat sekitar adalah mengetahui cara membuat Batik Madura dan bisa mengajarkan apa yang produsen ketahui tentang industri Batik Madura.
Pembelajaran Batik Madura yang berbasis kewirausahaan ini akan dapat menimbulkan banyak manfa'at baik bagi siswa maupun guru. Manfaat yang didapatkan siswa antara lain, siswa dapat mempelajari kearifan lokal pulau Madura dengan begitu akan meningkatkan rasa cinta pada budayanya selain itu siswa juga diajarkan untuk melakukan sebuah wirausaha hubungannya dengan ekonomi kreatif yang saat ini perlu sekali untuk dikembangkan di Indonesia adalah apabila siswa sudah mempunyai kreatifitas maka kemampuan untuk bersaing pada dunia ekonomi yang semakin ketat sudah tidak diragukan lagi ditambah kemampuannya dalam berwirausaha mandiri. Manfaat bagi guru juga dapat dirasakan dalam pembelajaran ini yaitu dengan guru mengajarkan pada siswa mengenai Batik Madura maka secara tidak langsung guru juga belajar serta tidak menutup kemungkinan bahwa seorang guru dapat membuka peluana usaha Batik Madura sehingga dapat mengurangi pengangguran yang sudah menjadi ikon utama permasalahan di Indonesia. Madura merupakan pulau kecil yang mepunyai seribu budaya salah satunya adalah batik,  selain sebagai budaya batik juga dapat dijadikan sebagai sumber penghasikan bagi mereka yang kreatif, maka dengan adanya pembelajaran Batik Madura yang diterapkan baik pada pendidikan formal maupun informal diharapkan siswa dapat memeprtahankan budaya ini serta dapat menjadikannya peluang usaha yang dapat membantu ekonomi masyarakat Madura.
Keadaan ekonomi masyarakat madura saat  ini membutuhkan perhatian yang serius dapat kita lihat dari banyaknya masyarakat Madura yang menjadi TKI ke luar negeri, dengan alasan kurang tersedianya lapangan pekerjaan di Madura. Seharusnya pemikiran seperti ini harus segera dirubah yakni dengan berwirausaha secara mandiri. Ekonomi kreatif merupakan salah satu cara untuk menangani hal semcam ini, dan cara yang tepat untuk menanamkan dan mengajarkan bagiamana berwirausaha secara kreatif dan dapat pula tetap mengembangkan kearifan lokal Madura yakni dengan mengadakan pembelajaran Batik Madura yang berbasis kewirausahaan dan kerjasama dalam kelompok.
Jadi, dengan adanya pembelajaran Batik Madura di sekolah formal maupun Informal diharapkan siswa dapat mempunyai ketrampilan dalam memproduksi secara mandiri Batik Madura sebagai bentuk dan cara mencintai produk lokal serta untuk mendukung serta mengembangkan ekonomi kreatif Pulau Madura yang mempunyai banyak sekali kearifan lokal. Selain itu pengembangan ekonomi kreatif memalui pendidikan sangatlah efektif karena padadasarnya anak-anak adalah aset bagi daerahnya masing-masing terutama dalam pengembangan kearifan lokal daerahnya.










DAFTAR PUSTAKA
Anitah Sri W Dkk. 2009. Strategi Pembelajaran Di SD. Jakarta: Universitas Terbuka

Mujtahidin.2014.Teori Belajar dan Pembelajaran.Surabaya:Pena Salsabila

Herrie saksosno. 2012. Ekonomi Kreatif: Talenta Baru Pemicu Daya Saing Daerah. Ekonomic Journal. Ekonomi Kreatif:3

Andri Irawan. 2015. Ekonomi Kreatif Sebagai Suatu Solusi Mensejahterakan Masyarakat dalam Menciptakan Tingkat Perekonomian. Economic Journal. Ekonomi Kreatif:4

Eka Desi Wijayanti. Pembelajaran Seni Rupa. Skripsi: 13
CNN Student. 2015. Kontribusi Media dalam Pembangunan Ekonomi Kreatif. http://student.cnnindonesia.com/inspirasi/20151214190552-337-98192/kontribusi-media-dalam-pembangunan-ekonomi-kreatif/. 23/04 jam 11.37
Liputan 6. 2017. Ekonomi Kreatif Bisa Sediakan 12 Juta lapangan Kerja. http://m.liputan6.com/bisnis/read/2598233/kadin-ekonomi-kreatif-bia-sediakan-12 juta-lapangan-kerja. 23/04 jam 22.19




#PendidikanGuruSekolahDasar ( PGSD )
#FakultasIlmuPendidikan ( FIP )
#UniversitasTrunojoyoMadura ( UTM )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Desain T-Shirt

Sidoarjo Kota Tercinta